Mari Belajar, Jangan pernah berhenti!

Mencegah Lebih Baik dari mengobati

Sebuah pepatah yang sering kita dengar ”Mencegah Lebih Baik dari Mengobati”.Menarik sekali bila pepatah ini di kaitkan dengan perihal korupsi yang tengah merajalela di berbagai kalangan saat ini.
Sejenak memandang ke belakang, kita dapat melihat berbagai lembaran hitam berupa persoalan yang menimpa negeri ini.Sebuah penyakit tak bermoral yang dinamakan korupsi seakan telah menjadi budaya yang di legalkan.

Berita tentang korupsi pun tidak henti-hentinya terdengar di telinga rakyat.Belum selesai satu kasus, telah muncul kasus korupsi lainnya.
Sumber foto : bandung.pojoksatu.id 

Menurut saya, korupsi disebabkan oleh 2 hal yaitu Keserakahan dan Adanya celah.
Keserakahan muncul karena sifat manusia yang kurang bisa di kontrol, yang seharusnya manusia yang mengendalikan diri dan sifatnya malah sebaliknya sifat negatif serakah yang mengendalikan dirinya.

Kemudian celah, hal ini lebih kepada orang-orang yang memiliki jabatan dan pengaruh terhadap sesuatu.Adanya celah ini biasanya menjadi godaan tersendiri bagi mereka yang berada di posisi yang memiliki wewenang dan kesempatan untuk melakukan korupsi.

Untuk itu mengenai dua hal ini kepada diri saya dan anda, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk mencegah korupsi di negara ini :

Perdalam Ilmu Agama

Salah satu penyebab korupsi adalah sifat serakah didalam diri yang tidak terkendali.Untuk mengendalikan sifat serakah ini perlu pendalaman dan penghayatan di dalam belajar agama.Dengan penghayatan dan pendalaman ilmu agama seseorang akan menyadari hakikat kehidupan, mulai dari siapa dia, untuk apa dia ada, dan harus bagaimana dia.Dengan menyadari hakikat hidup di dunia maka seseorang meninggalkan sifat serakahnya.Karena lambat laun ketika belajar agama secara mendalam dia akan tahu bahwa sifat serakah hanya akan membinaskan hidupnya.

Junjung Tinggi Harga Diri

Korupsi merupakan tindakan tercela.Korupsi merupakan penyakit rendahan yang dilakukan oleh elit-elit tak memiliki harga diri.Untuk mencegah agar saya dan anda tidak terjangkit penyakit ini, sebaiknya kita tanamkan harga diri yang tinggi pada pribadi kita.Kita tekadkan pada diri untuk tidak menjadi salah satu aktor korup di Indonesia.Sekali saja anda berbuat maka harga diri anda akan tercoret, harga diri akan jatuh layaknya seseorang yang sudah tak pantas dihargai dan hanya akan dipandang sebelah mata.Bukankah di negara kita memiliki banyak suku dan bukankah setiap suku menjunjung harkat, martabat dan harga dirinya.Lantas mengapa kita berpaling.
“JANGAN LUPAKAN BUDAYA”.

Jadi lah Profesional dalam Bekerja

Orang cerdas dan pintar sangat banyak, akan tetapi yang profesional dalam bekerja tidak banyak.Kita samakan persepsi, bahwa profesional yang saya maksud adalah melakukan dan atau mengerjakan sesuatu yang seharusnya dikerjakan.Jangan salah gunakan pangkat, jabatan dan kesempatan.Jadilah profesional dalam bidang yang anda tekuni.

Aktor-aktor korupsi adalah elit-elit cerdas yang tidak profesional dan tidak mengerti tugasnya.Mereka menyalahgunakan pangkat, jabatan, pengaruh dan kewenangan sehingga lupa tugasnya.

Penerapan Teknologi Informasi Transparansi

Jika  beberapa langkah diatas adalah langkah pribadi untuk mencegah korupsi merajalela, satu lagi langkah yang bisa dilakukan khusus lembaga-lembaga serta instansi-intansi pemerintahan agar dapat mencegah dan menutup celah-celah terjadinya korupsi.Langkah ini adalah menggunakan terapan teknologi informasi.

Abad ke-21 ini adalah peluang emas untuk memberantas korupsi menggunakan teknologi informasi.Penggunaan teknologi informasi dapat dilakukan dengan transparansi penggunaan wewenang,pengelolaan dana, dan untuk hal-hal lain yang di khawatirkan munculnya celah-celah serta kesempatan untuk melakukan korupsi.

Keuntungan yang didapatkan menggunakan teknologi informasi transparansi adalah masyarakat juga dapat mengawal dan mengawasi gerak-gerik para elit-elit tak profesional yang kerap kali menyalahgunakan posisis dan kesempatannya.Selain itu dengan adanya teknologi informasi transparansi ini akan membatasi gerak dan celah mereka yang telah berencana
Untuk mereka para elit-elit yang terlalu cerdas namun tidak profesional saya ibaratkan seperti orang yang telah terkena penyakit yang sudah tidak dapat di obati lagi kecuali pertolongan Sang Pencipta.Kemudian untuk saya, anda dan kalian semua, sebuah himbauan untuk Indonesia yang bersih di masa depan “Jangan sampai kita terkena penyakit ini”, karenanya mari kita sama-sama mencegah korupsi.

Sekali lagi “Mencegah lebih baik dari pada Mengobati”.
Selamat Hari aANti Korupsi International, Korupsi adalah tanda seorang tiada harga diri !! #AyoCegahKorupsi sejak dini, demi Indonesia yang bersih.
Tulisan ini yang diikut sertakan dalam Lomba Hari Anti Korupsi International yang di selenggarakan oleh Komisi Pemberntasan Korupsi (KPK) dan Blogger Bertuah Pekanbaru.


0 Komentar untuk "Mencegah Lebih Baik dari mengobati"

Back To Top