Home Uncategorized Mencegah Lebih Baik dari mengobati

Mencegah Lebih Baik dari mengobati

by Khadafi

Sebuah pepatah yang sering kita dengar ”Mencegah
Lebih Baik dari Mengobati”.Menarik sekali bila pepatah ini di kaitkan dengan
perihal korupsi yang tengah merajalela di berbagai kalangan saat ini.

Sejenak memandang ke belakang, kita dapat melihat
berbagai lembaran hitam berupa persoalan yang menimpa negeri ini.Sebuah
penyakit tak bermoral yang dinamakan korupsi seakan telah menjadi budaya yang
di legalkan.
Berita tentang korupsi pun tidak henti-hentinya
terdengar di telinga rakyat.Belum selesai satu kasus, telah muncul kasus
korupsi lainnya.
Sumber foto : bandung.pojoksatu.id 
Menurut saya, korupsi disebabkan oleh 2 hal yaitu
Keserakahan dan Adanya celah.
Keserakahan muncul karena sifat manusia yang kurang
bisa di kontrol, yang seharusnya manusia yang mengendalikan diri dan sifatnya
malah sebaliknya sifat negatif serakah yang mengendalikan dirinya.
Kemudian celah, hal ini lebih kepada orang-orang
yang memiliki jabatan dan pengaruh terhadap sesuatu.Adanya celah ini biasanya
menjadi godaan tersendiri bagi mereka yang berada di posisi yang memiliki
wewenang dan kesempatan untuk melakukan korupsi.
Untuk itu mengenai dua hal ini kepada diri saya dan
anda, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk mencegah korupsi di
negara ini :

Perdalam Ilmu Agama

Salah satu penyebab korupsi adalah sifat serakah
didalam diri yang tidak terkendali.Untuk mengendalikan sifat serakah ini perlu
pendalaman dan penghayatan di dalam belajar agama.Dengan penghayatan dan
pendalaman ilmu agama seseorang akan menyadari hakikat kehidupan, mulai dari
siapa dia, untuk apa dia ada, dan harus bagaimana dia.Dengan menyadari hakikat
hidup di dunia maka seseorang meninggalkan sifat serakahnya.Karena lambat laun
ketika belajar agama secara mendalam dia akan tahu bahwa sifat serakah hanya
akan membinaskan hidupnya.

Junjung Tinggi Harga Diri

Korupsi merupakan tindakan tercela.Korupsi merupakan
penyakit rendahan yang dilakukan oleh elit-elit tak memiliki harga diri.Untuk
mencegah agar saya dan anda tidak terjangkit penyakit ini, sebaiknya kita
tanamkan harga diri yang tinggi pada pribadi kita.Kita tekadkan pada diri untuk
tidak menjadi salah satu aktor korup di Indonesia.Sekali saja anda berbuat maka
harga diri anda akan tercoret, harga diri akan jatuh layaknya seseorang yang sudah
tak pantas dihargai dan hanya akan dipandang sebelah mata.Bukankah di negara
kita memiliki banyak suku dan bukankah setiap suku menjunjung harkat, martabat
dan harga dirinya.Lantas mengapa kita berpaling.
“JANGAN LUPAKAN BUDAYA”.

Jadi lah Profesional dalam Bekerja

Orang cerdas dan pintar sangat banyak, akan tetapi
yang profesional dalam bekerja tidak banyak.Kita samakan persepsi, bahwa
profesional yang saya maksud adalah melakukan dan atau mengerjakan sesuatu yang
seharusnya dikerjakan.Jangan salah gunakan pangkat, jabatan dan
kesempatan.Jadilah profesional dalam bidang yang anda tekuni.
Aktor-aktor korupsi adalah elit-elit cerdas yang
tidak profesional dan tidak mengerti tugasnya.Mereka menyalahgunakan pangkat,
jabatan, pengaruh dan kewenangan sehingga lupa tugasnya.

Penerapan Teknologi Informasi Transparansi

Jika  beberapa
langkah diatas adalah langkah pribadi untuk mencegah korupsi merajalela, satu
lagi langkah yang bisa dilakukan khusus lembaga-lembaga serta instansi-intansi
pemerintahan agar dapat mencegah dan menutup celah-celah terjadinya
korupsi.Langkah ini adalah menggunakan terapan teknologi informasi.
Abad ke-21 ini adalah peluang emas untuk memberantas
korupsi menggunakan teknologi informasi.Penggunaan teknologi informasi dapat
dilakukan dengan transparansi penggunaan wewenang,pengelolaan dana, dan untuk
hal-hal lain yang di khawatirkan munculnya celah-celah serta kesempatan untuk
melakukan korupsi.
Keuntungan yang didapatkan menggunakan teknologi
informasi transparansi adalah masyarakat juga dapat mengawal dan mengawasi
gerak-gerik para elit-elit tak profesional yang kerap kali menyalahgunakan
posisis dan kesempatannya.Selain itu dengan adanya teknologi informasi
transparansi ini akan membatasi gerak dan celah mereka yang telah berencana
Untuk mereka para elit-elit yang terlalu cerdas
namun tidak profesional saya ibaratkan seperti orang yang telah terkena
penyakit yang sudah tidak dapat di obati lagi kecuali pertolongan Sang
Pencipta.Kemudian untuk saya, anda dan kalian semua, sebuah himbauan untuk
Indonesia yang bersih di masa depan “Jangan sampai kita terkena penyakit ini”,
karenanya mari kita sama-sama mencegah korupsi.
Sekali lagi “Mencegah lebih baik dari pada
Mengobati”.
Selamat Hari aANti Korupsi International, Korupsi
adalah tanda seorang tiada harga diri !! #AyoCegahKorupsi sejak dini, demi
Indonesia yang bersih.
Tulisan ini yang diikut sertakan dalam Lomba Hari
Anti Korupsi International yang di selenggarakan oleh Komisi Pemberntasan
Korupsi (KPK) dan Blogger Bertuah Pekanbaru.

You may also like

Leave a Comment